RISALAH
AIR MATA
Tangis
Menangis
adalah sebuah fenomena dimana keluarnya cairan bening dari mata akibat desakan
bathin yang luar biasa, yang bisa macam-macam, bisa kesedihan, haru, gembira,
perasaan bersalah dan lain sebagainya.
Disaat ekstase hubungan pribadi antara abdi
dengan Penguasanya, adalah lumrah sang abdi mengeluarkan segala keluhan diri,
kesalahan diri, kondisi diri. Bila itu terjalin intim, katarsis (pembanjiran
unek-unek) bisa berjalan dan air mata berlinang, ada perasaan aneh akan
menyusul kemudian , ada perasaan lega, tenang, bahagia, gembira, ceria. Nah,
saat seperti ini bisa dipastikan sang abdi cenderung baik dan ingin berbuat
baik, sedemikian sehingga niscaya tak ada niat untuk menyakiti abdi-abdi yang
lain.
Maka sebuah konklusi ringan bisa dipetik, bahwa
hanya orang-orang hatinya tidak bahagialah, tidak bergembiralah yang menyengaja
melakukan prilaku menyakiti makhluk Allah yang lain!
Alangkah indahnya bila ketika kita disakiti kita
masih mampu tersenyum, memaafkan dan mendoakan yang baik bagi yang menyakiti,
karena kita mafhum sesungguhnya yang menyakiti pada hakekatnya sedang susah
hatinya, sedang dalam kondisi yang tidak bahagia. Mestinya kita bisa lebih
mengasihaninya.
Ceria
Pilihan tepat bagi orang sadar adalah tetap
dalam kondisi yang ceria. Dengan ceria kita relatif tidak mudah menyakiti
makhluk lain. Dengan ceria kita ikut mencemerlangkan semesta.
Sintesa Air Mata dan Ceria
Sebuah harmoni yang heroik
ketika dihadapan Tuhan, sang abdi mampu menumpahkan segala keluhan semesta,
meratapkan seluruh dukanya, mengkhawatirkan kondisi spiritualnya. Dan ketika
berhadapan dengan semesta, sang abdi selalu menampakkan keceriaan khas yang
elegan, optimisme akan kehidupan dunia, senyuman terhadap derita.
Wallaahu a’lam.
~Universal with
Univers; Unity with God ~
(sh,
halmahera270903)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar