Rabu, 17 Desember 2014

Air Mata

RISALAH AIR MATA

 

Tangis

Menangis adalah sebuah fenomena dimana keluarnya cairan bening dari mata akibat desakan bathin yang luar biasa, yang bisa macam-macam, bisa kesedihan, haru, gembira, perasaan bersalah dan lain sebagainya.
Disaat ekstase hubungan pribadi antara abdi dengan Penguasanya, adalah lumrah sang abdi mengeluarkan segala keluhan diri, kesalahan diri, kondisi diri. Bila itu terjalin intim, katarsis (pembanjiran unek-unek) bisa berjalan dan air mata berlinang, ada perasaan aneh akan menyusul kemudian , ada perasaan lega, tenang, bahagia, gembira, ceria. Nah, saat seperti ini bisa dipastikan sang abdi cenderung baik dan ingin berbuat baik, sedemikian sehingga niscaya tak ada niat untuk menyakiti abdi-abdi yang lain.
Maka sebuah konklusi ringan bisa dipetik, bahwa hanya orang-orang hatinya tidak bahagialah, tidak bergembiralah yang menyengaja melakukan prilaku menyakiti makhluk Allah yang lain!
Alangkah indahnya bila ketika kita disakiti kita masih mampu tersenyum, memaafkan dan mendoakan yang baik bagi yang menyakiti, karena kita mafhum sesungguhnya yang menyakiti pada hakekatnya sedang susah hatinya, sedang dalam kondisi yang tidak bahagia. Mestinya kita bisa lebih mengasihaninya.

Ceria

Pilihan tepat bagi orang sadar adalah tetap dalam kondisi yang ceria. Dengan ceria kita relatif tidak mudah menyakiti makhluk lain. Dengan ceria kita ikut mencemerlangkan semesta.

Sintesa Air Mata dan Ceria

       Sebuah harmoni yang heroik ketika dihadapan Tuhan, sang abdi mampu menumpahkan segala keluhan semesta, meratapkan seluruh dukanya, mengkhawatirkan kondisi spiritualnya. Dan ketika berhadapan dengan semesta, sang abdi selalu menampakkan keceriaan khas yang elegan, optimisme akan kehidupan dunia, senyuman terhadap derita.
Wallaahu a’lam.

~Universal with Univers; Unity with God ~


(sh, halmahera270903)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar