PENCARI DAN PECUNDANG
Di sini digunakan
kata “Pencari” untuk mema’nai individu kreatif yang selalu gundah mencari
kebenaran; Para Pencari Tuhan; Para Pencari Diri! –walau memang Tuhan tak dan
takkan pernah hilang-. Pasti ada cirinya, maka bila tidak masuk ciri itu meski
berlagak “Pencari”, sungguh dia hanya sekedar “Pecundang”!
Secara
eksperiental terungkap, ciri yang paling menonjol dari sang Pencari adalah dia
menjadi teramat altruis (kebalikan egois) dimasa-masa pencariannya. Sekedar eksplanasi : Ketika diri gelisah
mencari, diawali dari rasa nisbi akan nilai yang dipegang selama ini. Dari sana
sang Pencari akan berusaha dengan mati-matian untuk mencari nilai-nilai yang
bertebaran di semesta. Nah, muncullah semarak pelayanan, pemberian, pengabdian
demi menjumput nilai. Meski tubuhnya dekil, meski ritualnya tak tertib.
Tapi
bila yang terlihat adalah seorang yang dekil, tak tertib, norak dan sekaligus
malesan, etos kerja rendah, nyusahin orang,
bukannya yang ringan bantu, suka memberi, senang melayani, rela mengabdi
serta bersemangat bila dapat amanah, wah inilah yang namanya: “Pecundang” (The
Looser). Sesederhana itu!
Wallaahu a’lam.
(sh, cantel071202)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar